Perpanjangan KRL ke Merak Diperkirakan Butuh Investasi Rp1,29 Triliun
Pemerintah Provinsi Banten menyusun studi kelayakan elektrifikasi jalur Rangkasbitung–Merak yang membuka peluang perpanjangan KRL Green Line dari Tanah Abang hingga Serang, Cilegon, dan Merak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Banten Endad Haryanto menyatakan elektrifikasi jalur tersebut dapat dilakukan. Pengembangannya direncanakan terintegrasi dengan pembangunan jalur ganda oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian hingga 2029.
Pembangunan akan dilakukan bertahap, dimulai dari Rangkasbitung menuju Serang, kemudian dilanjutkan ke Cilegon dan Merak. Prasarana pendukung yang perlu disiapkan mencakup fasilitas stabling, pelayanan penumpang dan alih moda, akses stasiun, serta penanganan perlintasan sebidang.
Kebutuhan investasi proyek diperkirakan mencapai Rp1,29 triliun. Studi tersebut memproyeksikan kapasitas angkut penumpang meningkat dari sekitar 9.900 menjadi 18.000 orang per hari.
Data PT Kereta Api Indonesia yang dikutip RRI menunjukkan layanan KA Lokal Rangkasbitung–Merak melayani lebih dari 2,4 juta pelanggan pada Januari–Juni 2026. Pada periode yang sama, Stasiun Merak mencatat lebih dari 638 ribu pergerakan pelanggan, sementara realisasi perpanjangan KRL masih memerlukan pembangunan prasarana dan proses lanjutan pemerintah.