Pengalihan Saham KCIC ke Kemenkeu Masih Berproses, WIKA Harap Kinerja Pulih
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyatakan rencana pengalihan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada Kementerian Keuangan masih berlangsung. WIKA menilai pengalihan tersebut dapat memperbaiki kinerja keuangannya.
Konsorsium BUMN Indonesia melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) menguasai 60 persen saham KCIC, sedangkan 40 persen lainnya dimiliki konsorsium asal China. Dalam PSBI, PT Kereta Api Indonesia memegang 58,53 persen saham, WIKA 33,36 persen, PT Jasa Marga 7,08 persen, dan PT Perkebunan Nusantara I sebesar 1,03 persen.
Direktur Keuangan WIKA Mulyadi mengatakan imbal hasil proyek Kereta Cepat Whoosh masih negatif dan berdampak pada laporan keuangan perseroan. WIKA mencatat beban kerugian proyek tersebut sekitar Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun per tahun.
Direktur Manajemen Risiko dan Legal WIKA Vera Kirana menyebut para pemegang saham PSBI sedang menjalankan uji tuntas. Proses itu dikoordinasikan bersama Danantara, BP BUMN, dan Kementerian Keuangan.
Rencana pemerintah juga mencakup pengalihan pengawasan 60 persen saham Whoosh ke unit Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan. WIKA menyatakan proses akuisisi masih berjalan dan belum selesai.