Pemprov Banten Kaji Elektrifikasi Rangkasbitung–Merak untuk Perpanjang Layanan KRL
Pemerintah Provinsi Banten menyusun studi kelayakan elektrifikasi jalur Rangkasbitung–Serang–Cilegon–Merak untuk memperpanjang layanan KRL Commuter Line dari lintas Tanah Abang–Rangkasbitung hingga Merak. Rencana tersebut mencakup pembangunan jalur ganda yang ditargetkan berjalan hingga 2029.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Banten Endad Haryanto mengatakan studi itu mencakup aspek teknis, ekonomi dan finansial, lingkungan, serta kelembagaan. Dokumen tersebut disiapkan sebagai persyaratan pengusulan program kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Studi kelayakan diperlukan karena RPJMN 2025–2029 baru mencantumkan pembangunan jalur ganda Rangkasbitung–Merak tanpa elektrifikasi. Pengembangan layanan direncanakan bertahap, dimulai dari Rangkasbitung–Serang, kemudian dilanjutkan ke Cilegon dan Merak.
Rencana itu juga membutuhkan fasilitas stabling di Stasiun Rangkasbitung atau pembangunan stasiun serta fasilitas stabling baru di Cihideung dan Banjaragung, Kota Serang. Fasilitas pelayanan penumpang, alih moda, akses menuju stasiun, serta perlengkapan dan penjagaan perlintasan sebidang turut masuk kebutuhan proyek.
Investasi elektrifikasi diperkirakan mencapai Rp1,29 triliun dengan nilai economic internal rate of return di atas 10 persen. Kapasitas angkut harian diproyeksikan meningkat dari 9.900 menjadi 18.000 penumpang, sementara layanan lokal Rangkasbitung–Merak saat ini masih menggunakan kereta lokomotif.