KAI Tarik Tujuh KRL INKA setelah Temukan Fraktur pada Rangka Bawah
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menarik tujuh trainset KRL produksi PT Industri Kereta Api (INKA) sejak 7 September 2026 setelah pemeriksaan menemukan fraktur pada komponen rangka bawah. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan hal itu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR pada 23 September 2026.
KAI dan INKA menelusuri komponen tersebut dan menemukan tujuh trainset memakai komponen dari lokasi serta batch produksi yang sama. Komponen itu dikategorikan sebagai bagian keselamatan yang berpotensi memicu kelelahan material dan mengganggu operasional kereta.
Perbaikan dilakukan dengan mengganti komponen, membongkar trainset, dan menjalankan non-destructive test melalui pembebanan pada tingkat maksimum. KAI menyatakan dua trainset telah dirilis kembali, sedangkan perawatan unit lainnya ditargetkan selesai bertahap hingga 9 Oktober 2026.
Tujuh trainset tersebut merupakan bagian dari 16 trainset yang dipesan KAI kepada INKA sejak 2023. Sebanyak tujuh trainset telah selesai, dua masih menjalani uji coba, dan tujuh lainnya berada dalam proses pengerjaan.
Bobby mengatakan tingkat kesiapan teknologi KRL INKA seri iE305 atau CLI 225 masih berada pada level 4 dan 5, sementara kebutuhan operasional KRL Jabodetabek memerlukan tingkat yang lebih tinggi. KAI dan INKA menargetkan penggunaan tingkat kesiapan teknologi paling sedikit level 9 untuk produksi kereta berikutnya.