KAI Siapkan Reaktivasi Sejumlah Jalur Rel Nonaktif di Sumatra dan Jawa
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan program reaktivasi sejumlah jalur kereta api nonaktif di Sumatra dan Jawa untuk memperkuat konektivitas transportasi massal nasional.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut lintasan yang dipetakan mencakup Aceh-Besitang, jalur kereta api di Sumatra Barat sepanjang sekitar 248 kilometer, serta segmen Bandung-Soreang-Ciwidey, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pernyataan itu disampaikan dalam pembahasan RUU Reforma Agraria bersama Badan Legislasi DPR RI secara daring pada Sabtu, 19 September 2026.
Bobby mengatakan lahan di sepanjang jalur rel nonaktif bukan aset menganggur, melainkan aset potensial untuk operasional jangka panjang. Karena itu, KAI menilai lahan tersebut tidak otomatis dapat dikategorikan sebagai objek reforma agraria.
Sesuai regulasi BUMN dan aturan internal perusahaan, KAI mendata lahan di jalur nonaktif serta menyosialisasikan mekanisme sewa resmi kepada masyarakat yang menguasainya. Total aset tanah KAI yang disebut dalam laporan itu mencapai sekitar 327 juta meter persegi, untuk mendukung operasional dan pengembangan bisnis non-operasional.
KAI menyatakan pendekatan persuasif tetap diutamakan dalam menangani konflik penguasaan lahan atau tumpang tindih dengan Barang Milik Negara. Jika upaya kekeluargaan tidak berhasil, perusahaan menyiapkan penertiban hukum dan litigasi untuk mengamankan rencana reaktivasi jalur kereta api.