KAI Rencanakan Impor 23 Rangkaian KRL Bekas dari Jepang
PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana mengimpor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang sebagai transisi ketika produksi dalam negeri belum mencukupi. Rencana itu terdiri atas tujuh rangkaian SF12 dan 16 rangkaian SF8.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan sejumlah KRL yang beroperasi telah berusia lebih dari 40 tahun. Setelah disetujui, kereta bekas itu diperkirakan dapat dikirim dalam satu hingga dua bulan dan direncanakan digunakan selama 10 tahun, sambil meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.
KAI menyebut sistem perkeretaapian Indonesia sesuai dengan sistem di Jepang. Bobby juga mengatakan KAI telah berkomunikasi dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perhubungan terkait rencana impor, termasuk penerbitan dispensasi untuk barang bukan baru.
KAI sebelumnya memesan 16 unit KRL produksi PT Industri Kereta Api (INKA), tetapi baru tujuh unit yang diterima dan beroperasi. Menurut Bobby, keterlambatan produksinya telah berlangsung lebih dari satu tahun.
KAI juga menarik tujuh trainset KRL produksi INKA untuk pemeriksaan setelah ditemukan kelelahan material yang mengganggu operasional. Perbaikan telah dilakukan dan dua trainset dinyatakan siap kembali beroperasi.