KAI Perkuat Integrasi dan Digitalisasi Layanan Kereta Menjelang Akhir 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkuat kinerja, konektivitas, dan kualitas layanan untuk menghadapi kebutuhan transportasi massal menjelang akhir 2026. Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba menyampaikan hal itu dalam Temu Media dan Komunitas KAI di Madiun, Jawa Timur, Jumat, 9 Oktober 2026.
Penguatan konektivitas mencakup integrasi stasiun dengan angkutan perkotaan, layanan antarkota, akses bandara, kereta cepat, dan moda lanjutan. Integrasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan pilihan perjalanan bagi pelanggan.
KAI juga mengembangkan teknologi dan digitalisasi untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi perjalanan serta mengakses layanan perusahaan.
Hingga September 2026, KAI Group mencatat sekitar 394,44 juta penumpang, naik dari sekitar 368,43 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mencapai sekitar 26 juta penumpang atau 7 persen secara tahunan, dengan kontribusi layanan kereta jarak jauh, komuter, LRT Jabodebek, KAI Wisata, dan KAI Bandara.
Selain layanan penumpang, KAI Group mengembangkan angkutan barang untuk mendukung distribusi komoditas dan aktivitas logistik, termasuk pengangkutan komoditas non-batu bara. Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan Temu Media dan Komunitas menjadi ruang komunikasi antara KAI, media, dan komunitas.