KAI Commuter Kembali Usulkan KRL Bekas Jepang untuk Jaga Kapasitas Jabodetabek
KAI Commuter kembali mengusulkan pengadaan KRL bekas dari Jepang sebagai solusi sementara untuk menjaga kapasitas angkutan KRL Jabodetabek. Usulan tersebut disampaikan pada 30 September 2026.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan lebih dari 90 rangkaian KRL akan memasuki masa konservasi secara bertahap pada 2026–2034. Pengadaan KRL bekas diperlukan sebagai solusi penghubung untuk menjaga kapasitas angkutan hingga 10 tahun ke depan.
Karina mengatakan KAI Commuter tetap mendukung penguatan industri dalam negeri dan tidak mengimpor KRL baru. KRL bekas Jepang menjadi opsi sementara sembari kemampuan serta kualitas produksi kereta nasional ditingkatkan.
Selama masa transisi, KAI akan mendorong integrasi antara KAI, KAI Commuter, dan PT Industri Kereta Api (INKA). Integrasi itu diarahkan untuk memperkuat kemampuan industri nasional dalam memenuhi kebutuhan sarana KRL.
Sebagian kebutuhan penggantian rangkaian untuk periode 2026–2027 telah dipenuhi melalui pengadaan yang dimulai sejak 2024. Pengadaan tersebut mencakup KRL produksi dalam negeri dan KRL baru impor.