KAI Butuh Lebih dari 200 Juta Liter B50 hingga Akhir 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkirakan kebutuhan bahan bakar B50 mencapai lebih dari 200 juta liter hingga akhir 2026. Penerapan campuran bahan bakar berbasis minyak sawit itu mencakup armada kereta penumpang dan angkutan logistik barang.
Operasional B50 berjalan menyeluruh sejak 1 Juli 2026. KAI juga mengangkut hampir 1,5 juta penumpang per hari melalui layanan komuter, LRT, kereta cepat, dan kereta jarak jauh.
Pertamina Patra Niaga menyatakan pengujian sebelum penerapan B50 mencakup segmen pengguna bahan bakar solar, termasuk kereta api. Hasil pengujian lapangan disebut menunjukkan performa mesin lokomotif tetap baik saat menggunakan campuran minyak sawit.
Di Daerah Operasi 1 Jakarta, uji coba pada Mei 2026 melibatkan satu lokomotif dan satu kereta pembangkit. Jumlahnya menjadi 79 lokomotif dan 49 kereta pembangkit sejak Juli 2026, dengan pengisian bahan bakar dipusatkan di Dipo Cipinang dan Dipo Kota.
Pertamina menyebut penggunaan B50 membuat kebutuhan solar menjadi 50 persen dan meningkatkan efisiensi solar untuk transportasi umum yang dilayani KAI sebesar 10 persen. KAI juga meningkatkan pengawasan filter bahan bakar, sementara Daop 1 Jakarta menyatakan belum menemukan gangguan mesin yang menghambat perjalanan.