Banten Siapkan Rencana Elektrifikasi KRL Rangkasbitung–Merak, Investasi Diperkirakan Rp1,29 Triliun
Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan percepatan elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda kereta api relasi Rangkasbitung–Merak. Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp1,29 triliun.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan rencana itu dalam Focus Group Discussion Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung–Merak di Kota Serang pada Jumat, 2 Oktober 2026. Program tersebut tercantum dalam RPJMN 2025–2029, tetapi belum masuk Renstra Kementerian Perhubungan. Pemprov Banten kini menyusun studi kelayakan sebagai dasar pengajuan kepada pemerintah pusat.
Data yang disampaikan dalam forum itu menunjukkan jumlah penumpang KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung mencapai 77,5 juta orang pada 2025 dan diproyeksikan menjadi 85 juta orang pada 2026. Tingkat keterisian kereta pada jam sibuk disebut telah mencapai 161 persen.
Pembangunan direncanakan bertahap, dimulai dari Rangkasbitung–Serang, kemudian menuju Cilegon hingga Pelabuhan Merak. Studi tersebut memproyeksikan kapasitas layanan harian meningkat dari sekitar 9.900 menjadi 18.000 penumpang.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mendukung penyusunan studi kelayakan dan berharap prosesnya berlanjut melalui Kementerian Perhubungan pada 2027. Ia juga menyebut rencana mengaktifkan kembali Stasiun Cipocok Jaya karena jalur pengembangan kereta akan melewati kawasan tersebut.