Banten Dorong Elektrifikasi Jalur Kereta hingga Merak untuk Tambah Kapasitas
Pemerintah Provinsi Banten mendorong pembangunan jalur ganda dan elektrifikasi kereta api hingga Pelabuhan Merak. Usulan itu disampaikan dalam diskusi pada Jumat, 2 Oktober 2026, setelah jumlah penumpang KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung diproyeksikan mencapai 85 juta orang tahun ini, dengan kepadatan jam sibuk hingga 161 persen.
Layanan kereta lokal Rangkasbitung–Serang–Cilegon–Merak saat ini beroperasi 14 kali sehari dan telah mengangkut 4,46 juta penumpang. Penumpang dari arah Merak, Cilegon, dan Serang masih harus berganti kereta di Stasiun Rangkasbitung untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Gubernur Banten Andra Soni mengusulkan perpanjangan jalur ganda dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai Merak kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut menjadi bagian dari penyusunan studi kelayakan proyek.
Hasil kajian teknis dan ekonomi memperkirakan kebutuhan investasi sekitar Rp1,29 triliun. Proyek itu diproyeksikan meningkatkan kapasitas angkut dari 9.900 penumpang per hari menjadi 18.000 penumpang per hari, dengan kelayakan ekonomi di atas 10 persen.
Pembangunan direncanakan bertahap, dimulai dari Rangkasbitung menuju Serang, kemudian dilanjutkan ke Cilegon dan Merak. Pemprov Banten menargetkan studi kelayakan selesai tahun ini sebelum penyusunan Detail Engineering Design oleh Kementerian Perhubungan pada 2027.